10 December 2009
Skandal Laut Timor: Sebuah Barter Politik-Ekonomi Canberra-Jakarta
Penulis: Ferdi TanoniISBN: 978-979-17-2760-0
Penerbit: Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB)
Tahun Terbit: 2009
Ukuran: 14 x 20 cm, xxviii + 196 hlm
Harga: Rp.
Diskon: (10%) Rp. 44100
Traktat Celah Timor Indonesia-Australia dibuat tahun 1989. Kemudian muncul negara baru Timor Leste. Bagaimana nasib traktat itu. Penulis mencoba membeberkan masalah Celah Timor itu dari segi sejarah, geologi, batas-batas kewilayahan, ekonomi dll. Pengakuan bahwa benua Australia dan Pulau Timor terletak dalam dua landas kontinen yang berbeda dan Palung Timor merupakan representasi fisik bagian utara landas kontinen Australia sesungguhnya tidak benar, tulis pengarang buku ini. Pengakuan ini yang merupakan awal keruwetan yang terjadi di Laut Timor yang kaya raya akan deposit fosil bahan bakar. Termasuk juga: masalah banyaknya nelayan tradisional yang ditangkap oleh Australia.
Traktat Celah Timor Indonesia-Australia dibuat tahun 1989. itu pada saat timor leste (timor timur) masih menjadi wilayah indonesia.. sekarang ini traktat tersebut sudah tidak berlaku alias kadaluarsa, karena timor leste sudah resmi menjadi negara sendiri, dalam konstitusi RDTL tidak tercantum traktat tsb…pemerintah timor leste dan australia sdh mengkaji ulang masalah perbatasan tanpa melibatkan indonesia karena tidak mempunyai hak sama sekali dlm masalah perbatasan kedua negara..
sudahlah pak ferdi,… buang buang waktu aja bapak membahas traktat yg sudah kadaluarsa..
ANDA SIAPA DAN DIBAYAR SIAPA?ANDA PASTI ORANG BAYARAN ENTAH DARI AUSTRALIA-TIMOR LESTE ATAU BAHKAN SEORANG FRUSTRASI JEBOLAN UNIVERSITAS DEPARTEMEN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA YANG TELAH MENGGAIDAIKAN HARGA DIRI BANGSA INI KEPADA AUSTRALIA.
ATAU JANGAN-JANGAN ANDA ADALAH SALAH SATU ANGGOTA TIM PERUNDING CELAH TIMOR YANG MENRIMA SOGOKAN DARI AUSTRALIA UNTUK MENJUAL LAUT TIMOR.ANEH……