11  January  2010

Trilogi Kontrak dengan Tuhan: Kehidupan di Jalan Raya Dropsie

Penulis: Will Eisner
Penerjemah: Asha Fortuna
ISBN: 978-979-26-9028-6
Tahun Terbit: 2010
Ukuran: 15 x 21,5 cm, 532 hlm
Harga: Rp. 145000

Baca ulasan Seno Gumira Ajidarma
Baca juga: Cita-cita “Sastra” dalam Komik, Will Eisner: Kontrak dengan Tuhan, Eisner dan Kekotaan Otentik, Dari Kampung Bronx ke Wall Street, Menjajal Pasar Sempit, Ini Bukan Komik, Katanya

Will Eisner lahir di Brooklyn, New York, 6 Maret 1917. Saat meninggal tahun 2005, ia diakui secara internasional sebagai raksasa dalam bidang sequential art dan novel grafis, dua istilah yang diciptakannya. Istilah yang dibuktikannya juga dengan karya-karyanya. A Contract with God yang terbit pertama kali tahun 1978 adalah awal dari novel grafis, karena ia menyebut karyanya ini dengan istilah itu. Karya ini kemudian disusul dengan dua judul lain: A Life Force dan Dropsie Avenue: Neighbourhood. Ketiga mahakarya ini adalah sebuah trilogi. Ketiga novel, yang dikerjakannya dalam rentang waktu hampir 20 tahun itu, diciptakan pada usia senjanya, menjelang akhir karier panjangnya yang meliputi sekitar 70 tahun. Tidak aneh kalau dia dijuluki sebagai Bapak Novel Grafis. Bahkan namanya juga diabadikan dalam bentuk piala yang diberikan kepada karya novel grafis terbaik: The Eisner.

Lewat empat cerita yang saling menjalin, Kontrak dengan Tuhan melukiskan keriangan, kegembiraan, tragedi dan drama kehidupan di Jalan Raya Dropsie, Bronx, New York. Daya Hidup adalah buku kedua. Dalam buku ini Esiner tidak hanya mengisahkan zaman Depresi akhir tahun 20an hingga 30an, tapi juga bangkitnya Naziisme dan menyebarnya politik kiri di wilayah miskin kota New York. Dalam buku ini Will Eisner “menjelmakan” diri dalam sosok Joseph Shtarkah yang pencarian makna hidupnya mencerminkan perjuangan pribadi Eisner. Jalan Raya Dropsie, buku ketiga, secara visual menyusuri jejak lintasan perubahan sosial di sebuah jalan raya sepanjang empat abad. Ia menciptakan panorama kota dan gelombang datang perginya para pemukim jalan—orang Belanda, Inggris, Irlandia, Yahudi, Afrika-Amerika, dan Puerto Riko—yang wajahnya berubah-ubah tapi kehidupan mereka menghadirkan “kisah kehidupan, kematian, dan kebangkitan” yang tak kunjung usai.

Trilogi ini menjadi legendaris karena berhasil menciptakan sebuah cabang kesenian baru dan mengukuhkan Will Eisner sebagai perintis novel grafis.

“Sebuah ilham untuk beberapa generasi kartunis.”
— Art Spiegelman, pencipta Maus.

“Eisner bukan hanya mendahului zaman, bahkan pencipta sekarang pun masih harus berusaha meraih kualitas karyanya”
— John Updike, novelis

Karyanya lebih dekat dengan karya-karya novelis Bernard Malamud atau Isaac Bashevis Singer (pemenang Nobel Sastra 1978) dibanding seni komik yang mendahuluinya.
The Economist

A Contract with God adalah sebuah novel bukan komik, begitu Eisner bersikukuh ketika berhadapan dengan penerbit.
The New York Times

“Rasanya ini karya terbaik Eisner sepanjang masa… Sebuah mahakarya”
— R. Crumb, pendiri gerakan “underground comix

“Tidak seperti seniman komik lain sezamannya, Eisner menciptakan perasaan, suasana, dan sejenis rasa realis—meski realisnya kartun… dunia rekaannya nampak lebih riil dibanding dunia rekaan kartunis lain. Dia adalah kartunis yang ditiru oleh kartunis lain.”
— Jules Feiffer, kartunis, pemenang Hadiah Pulitzer 1986 untuk kartun-kartun editorialnya di mingguan Village Voice

7 Responses to “Trilogi Kontrak dengan Tuhan: Kehidupan di Jalan Raya Dropsie”

nananias:

just received the books. thank you very much!

Arjuna Sang Penggoda:

Bisa dibeli dimana yah? Apakah sudah beredar di toko-toko buku terkemuka (Gramedia, Toga Mas, dll)
Karena saya ada di Malang, btw apakah ada bonus merchandisenya Will Eisner (t-shirt) ^^?

Leo Tigor:

beli di website ini juga bisa. Di Gramedia dan Togamas juga ada. Tapi tidak ada Box set, tas, dan kaos Will Eisner. Untuk mendapatkan Box Set, tas dan kaos khusus pembelian via website ini atau email ke penyalur.nalar@nalar.co.id atau penyalur.nalar@gmail.com. Silakan dan kami tunggu.

satriaji:

luar biasa…

ditunggu karya eisner yang lainnya hehehe…

reza pahlevi:

Setuju, cm dua kata yg paling pas : Luar biasa…!!

m.harpani:

Numpang nanya.. saya mo beli via penerbit nalar, tapi kok yang ada cuma rekening BCA, mohon kirim ke email saya bila ada rekening Mandiri. Karena saya cuma punya rek Mandiri. Mo ke BCA, tau sendiri antrinya berjam-jam..

Penerbit Nalar:

Bapak m.harpani, menjawab pertanyaan Anda, kami hanya mempunyai rekening BCA. Untuk sementara ini, cara mentransfer uang dari Mandiri ke BCA hanyalah melalui mobile banking/internet banking Mandiri. Semoga hal ini dapat membantu Bapak.

Terima kasih atas perhatiannya.

PS: Kantor kami tutup mulai 29 Agustus dan baru buka kembali pada 5 September.

Leave a Reply