01  March  2010

Menjajal Pasar Sempit

DI negeri kelahirannya, Amerika Serikat, novel grafis karya Will Eisner terbilang laku, walau tak pernah dalam jumlah sensasional. Yang jelas, cetak ulang terus dilakukan sejak pertama kali terbit. Maklum, jenis komik dewasa berbobot sastra serius sudah lazim di sana. Pada 2004 saja, misalnya, penjualan novel grafis mencapai US$ 207 juta, melonjak hampir 300 persen dibanding lima tahun sebelumnya.

Di sini Nalar, perusahaan yang menerbitkan terjemahan Trilogi Kontrak dengan Tuhan–tiga karya puncak Eisner–tak berharap banyak. “Selain tak terlalu terkenal, pasar komik dewasa di Indonesia sangat sempit,” ujar J.B. Kristanto, redaktur Nalar.

Menurut Kristanto, Nalar tertarik menerbitkan karena trilogi itu merupakan mahakarya Eisner. Karya ini diharapkan dapat menambah referensi bagi pencinta komik di sini, yang selama ini lebih banyak dihadapkan dengan komik untuk anak-anak.

Hak cipta untuk mencetak 3.000 eksemplar didapat Nalar dari W.W. Norton & Company, New York, pada Oktober 2009. “Kami berkorespondensi selama enam bulan melalui surat elektronik,” kata Kristanto.

Setelah kontrak kerja sama diteken, proses produksi langsung dilakukan. Lamanya sekitar tiga bulan, di luar penerjemahan yang tergolong merepotkan. Banyak kata berupa slank Yahudi-Inggris atau Italia yang susah dicari artinya. “Kami tidak menerjemahkan bahasa, tapi kebudayaan. Karena itu, istilah-istilah yang khas tidak kami terjemahkan,” kata Kristanto, yang menggunakan jasa tiga penerjemah dari Asha Fortuna.

Selain itu, karena Eisner menggunakan tulisan tangan, penerbit harus mencari jenis huruf di komputer yang paling mirip. Nalar juga harus memindai satu per satu halaman dan menghapus semua teks bahasa Inggris untuk diganti dengan bahasa Indonesia. Maklum, untuk mendapatkan softcopy–berupa gambar sudah jadi yang tinggal diisi tulisan, Nalar harus merogoh kantong lebih dalam. “Sebagai penerbit rumahan, untuk membeli copyright dan biaya produksi saja bagi kami sudah sangat mahal,” kata Kristanto.

Mulai dipasarkan melalui penjualan online akhir Januari lalu,Trilogi Kontrak dengan Tuhan terjual sekitar 30 paket buku sebelum resmi diluncurkan tiga pekan lalu. Penerbit buku kartun laris Benny-Mice ini juga memajang ketiga buku itu di jaringan toko buku Gramedia, baik berupa paket tiga buku sekaligus yang dibanderol Rp 145 ribu maupun secara terpisah yang harga per bukunya berkisar Rp 50 ribu.

Melihat pasar komik dewasa yang sangat sempit, penerbit Nalar tak mau muluk-muluk menargetkan bukunya bakal laris manis layaknya Benny-Mice. Walau begitu, Kristanto tetap berharap buku yang dilempar ke pasaran bisa habis terjual.

Nunuy Nurhayati
Tempo, 7 Maret 2010, rubrik “Iqra”

Leave a Reply