24  December  2007

Ketika Sensor Tak Mati-mati

Editor: Ignatius Haryanto
ISBN: 978-979-16888-2-6
Penerbit: Yayasan Kalam
Tahun Terbit: 2007
Ukuran: 14,5 x 21 cm, vi + 202 hlm
Harga: Rp. 30000
Diskon: (15%) Rp. 25500

Sensor sering ditautkan dengan pemberangusan–berasal dari kata “berangus”, selongsong penutup mulut anjing–atau pemberedelan pers. Seperti pada pemerintahan otoriter mana pun, sensor di Indonesia pada era Orde Baru membungkam bukan hanya media cetak. Ia juga menggerayang ke radio, televisi, film, dunia kesenian, bahkan sampai ke mainan anak-anak dan kaos yang kita kenakan. Setelah rezim yang senang memberangus itu tmbang, ternyata sendor tak ikut terkubur bersamanya. Malah, kini kelompok-kelompok masyarakat pun dapat melakukan sensor, lebih keras dan lebih sewenang-wenang. Buku ini berisi lima tulisan yang menyorot semua itu. Ia melukiskan ihwal sensor di tengah masyarakat yang tata nilainya tengah berubah sambil sekaligus mempersoalkan banyak hal di sana.

Leave a Reply