13  September  2009

Ketegaran Melawan Korupsi

Oleh Geger Riyanto

Seorang jaksa jujur dan pekerja keras yang dibungkam adalah sebuah cerita yang terdengar tak asing di telinga orang Indonesia.

Inilah awal cerita Mat Jagung, komik berseri yang memulai pemunculannya pada 2006 di sebuah harian nasional.

Jaksa yang dibunuh di tengah tugasnya itu ternyata juga seorang ayah sejati, seseorang yang menanamkan idealisme untuk senantiasa berjuang demi kebenaran pada darah dagingnya—kerap dengan cara melakoninya sendiri.

Terhenyak karena kematian ayahnya, Mohammad Sidup, sang anak, tiba-tiba menghilang untuk merenung di tempat terpencil.

Setelah lama di perenungan, ia kembali dengan rambut yang kehilangan warnanya dan menjadi seperti jagung.

Ia bertekad untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang jaksa yang tak mementingkan hidupnya sendiri untuk memberantas korupsi. Sosoknya kemudian dikenal dengan nama Mat Jagung.

Petualangan Mat Jagung menunjukkan pada kita bentuk-bentuk mutasi dari korupsi yang nyaris tak terbatas, bukan hanya korupsi pejabat yang biasa kita dengar, tetapi juga pemerasan oleh preman pasar, kepalsuan sindikat pengemis, dan kemalasan bekerja.

Korupsi telah bermutasi menjadi suatu jaring-jaring gurita raksasa yang membelit seluruh masyarakat dan tak bisa dibedakan dari kehidupan masyarakat itu sendiri.

Di hadapan kenyataan ironis tersebut, setiap detik kehidupan Mat Jagung yang tak mau dikompromikannya adalah pertaruhan nyawa dan pertarungan hati karena korupsi pada kenyataannya telah menyangga kehidupan banyak orang.

Terdengar seperti petualangan yang mustahil? Tidak, komik Mat Jagung tak bisa diperlakukan seperti itu. Ia adalah karya fiksi, tanggung jawabnya bukanlah menunjukkan fakta seperti ilmu pengetahuan, tetapi membangun horizon baru untuk memandang dunia.

Adegan baku tembak dan adegan-adegan meregang nyawa yang dibawakan Mat Jagung adalah upaya memaknai kembali hidup sebagai “sekali berarti sudah itu mati”-nya Chairil Anwar.

Ia berupaya merekonstruksi pandangan-pandangan paling dasar tentang hidup. Apa artinya mati dibandingkan dengan keteguhan berjuang yang membuat seseorang menjadi manusia?

Di tangan seorang pembaca asing, Mat Jagung mungkin akan diduga mengikuti komik Tintin. Dan lagi karakter yang kekar dapat dikritik mengambil model tokoh komik Barat dan tidak menggambarkan manusia Indonesia.

Tetapi berbeda dengan komik-komik tahun ’70-an seperti Gundala yang mengadaptasi bentuk badan superhero Barat untuk menawarkan citra kekuatan, penggambaran karakter yang kekar adalah upaya menggambarkan ketegaran Mat Jagung di hadapan seluruh dunia yang mengadangnya.

Bila Tintin adalah produk masyarakat Eropa beberapa dekade lalu yang gemar mengekspansi peradabannya kepada masyarakat luar Eropa yang dipandang kurang beradab dan membutuhkan perubahan sejarah, Mat Jagung hanya berupaya memperlihatkan perjuangan manusia Indonesia untuk satu bentuk kebaikan paling mendasar, keteguhan pada kebenaran.

Tak besar, tak berupaya mengubah sejarah, hanya mengingatkan kita kembali pada sesuatu yang telah lama terkubur dalam diri setiap kita.

Koran Jakarta
Jumat, 28 Agustus 2009

Kata kunci: ,

One Response to “Ketegaran Melawan Korupsi”

wkgkwra:

wpklwU tnakehavnfho, [url=http://qjysvqnsnkwi.com/]qjysvqnsnkwi[/url], [link=http://ktvffukphrau.com/]ktvffukphrau[/link], http://ctrtueacvccb.com/

Leave a Reply