18  September  2007

Keindonesiaan dan Kemelayuan dalam Sastra

Penulis: Amin Sweeney et al.
ISBN: 978-979-3596-07-5
Penerbit: Desantara
Tahun Terbit: 2007
Ukuran: 15 x 21 cm, xiii + 270 hlm
Harga: Rp. 59000
Diskon: (15%) Rp. 50150

Buku ini mengungkap kompleksitas identitas keindonesiaan dan kemelayuan di ranah kesusastraan. Kategori, batasan, cirri-ciri yang oleh banyak orang dinilai menentukan ‘jenis kelamin’ sebuah karya—apakah keindonesiaan atau kemelayuan, tradisional atau modern, lokal atau nasional, lokal atau global—semua diperiksa kembali. Tentu saja pemilahan keindonesiaan dan kemelayuan itu sendiri juga tak luput dari sasaran kritik.

…apakah yang dimiliki Muhammad Haji Salen itu kemelayuan dan yang menjadi cirri Suparto Brata itu keindonesiaan? …apakah milik sastrawan Malaysia itu kemelayuan atau kemalaysiaan? Apakah yang membimbing Suparto Brata itu kejawaan atau keindonesiaan? (Sapardi Djoko Damono)
Tidak ada dikotomi di sini antara kemelayuan dan keindonesiaan! Pemisahan jika diadakan dalam perngkajian sastra antara wilayah yang sekarang menjadi Indonesia dan Malaysia artifisial semata-mata. (Amin Sweeney)

One Response to “Keindonesiaan dan Kemelayuan dalam Sastra”

Leave a Reply