10  October  2007

Dari Peta Koridor Busway sampai Tips Menghindari Kejahatan di Bus Kota

Keberadaan sistem transportasi tak langsung menyelesaikan masalah para penggunanya. Ditambah lagi, perhatian pemilik sistem pada akses informasi dan kelengkapan data tidak selalu menjadi perhatian mereka.

Padahal, tanpa informasi yang jelas, keberadaan alat transportasi yang baik pun bisa tidak bermanfaat bagi yang membutuhkan. Di sejumlah terminal, informasi yang mungkin dianggap sepele seperti plang rute bus tidak ditampilkan secara mencolok. Di Terminal Blok M contohnya, sebuah terminal yang strategis dan banyak digunakan masyarakat, nomor-nomor bus yang dipasang hanya berdasarkan jalur. Tidak langsung disertai dengan tujuan dan rute yang dilewati.

Bagi para pengguna terminal tersebut mungkin hal itu bukan masalah karena setiap hari mereka menggunakan terminal atau rute yang sama. Namun,bagaimana dengan anggota masyarakat yang bukan pengguna rutin. Mereka pasti merasa tersesat di kota besar. Bahkan, tak jarang dari informasi yang dipasang itu ternyata adalah informasi yang berlaku beberapa tahun yang lalu. Alias tidak di up date sesuai perkembangan rute yang ada,contohnya di Terminal Grogol.

Terkait persoalan informasi sistem transportasi, beberapa waktu lalu,sebuah buku berjudul Keliling Jakarta Naik Busway, Yuuuk! diluncurkan. Buku ini berupaya memberikan solusi kepada masyarakat pengguna busway yang tiap tahun koridornya selalu bertambah. Selain memetakan tujuh koridor busway yang sudah beroperasi,buku ini juga memberikan daftar halte dan tempat-tempat tujuannya.

Untuk koridor IV (Pulo Gadung– Dukuh Atas) misalnya,disamping gambar jalur dengan halte-haltenya, buku ini juga menyertakan tabel yang di antaranya menyebutkan halte Velodrome dengan tempat tujuan Velodrome, Mal Arion,dan Terminal Rawamangun. Menurut pihak Nalar, JB Kristanto yang menerbitkan buku ini, judul buku tersebut dipilih karena sistem angkutan dengan bus Transjakarta ini menjadi tulang punggung sistem transportasi DKI Jakarta.

“Buku itu juga memuat jadwal dan rute KA Jabodetabek, nomor dan rute bus umum, feeder dari perumahan-perumahan, sampai bus bandara,”tuturnya. Buku saku setebal 72 halaman itu diharapkan mampu menjadi petunjuk praktis sederhana dan simpel dalam menggunakan angkutan umum di Jakarta .Nah,supaya para pembaca tidak jenuh menggali informasi dari buku ini,selain dilengkapi peta jalur berwarna-warni, buku yang harganya tidak sampai Rp20.000 ini juga dilengkapi tips dan parodi situasi dalam bentuk komik yang menyegarkan.

Contohnya, pentingnya menjaga keselamatan diri Anda dari pencopet di bus yang sekarang banyak menggunakan cara hipnotis, atau menggunakan obat tidur yang dicampur dengan minuman. Atau, ada juga informasi praktis tentang jam-jam padat di antrean busway yang bisa membuat Anda harus berdiri berjam-jam. Masalah transportasi ini hanyalah satu dari sekian banyak masalah yang diakibatkan ketidaksadaran pejabat sebagai pelayan masyarakat.(*)

Sindo Edisi Sore, Sabtu, 27/10/2007

Kata kunci: , ,

2 Responses to “Dari Peta Koridor Busway sampai Tips Menghindari Kejahatan di Bus Kota”

Keliling Jakarta Naik Busway, Yuuuk!:

[...] Ulasan lain: Kata kunci: 2007, Busway, Jakarta, Kereta, TransJakarta [...]

Hipnotis:

Thanks artikelnya, keep posting and salam kenal… :)

Leave a Reply