Teman tapi Mual
DUA bulan belakangan ini, kesibukan Benny Rachmadi, 38 tahun, dan Muhammad Misrad, 37 tahun, seperti mengikuti harga minyak di pasar dunia: melesat tinggi. Setelah meluncurkan 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta pada Februari, sebulan kemudian beredar Benny & Mice: Talk About Hape. Belum hilang tawa pembaca akibat pelbagai sindiran konyol di kedua buku komik tersebut, eh, keduanya sudah “tebar pesona” di tayangan Kick Andy di Metro TV pekan lalu.
Selesai? Tunggu dulu! Pameran kartun Asia ke-11 yang digelar The Japan Foundation Jakarta yang bertema “Budaya Anak Muda Asia” tak lupa menampilkan mereka berdua sebagai pengisi workshop pembuatan kartun pada 23-24 April. Bahkan pada pameran yang berlangsung hingga 19 Mei itu, Benny menjadi satu-satunya kartunis Indonesia dari 10 kartunis Asia berbakat seperti Xia Dachuan (Cina), Jayanto Banerjee (India), atau Suu Kohma (Japan), yang terpilih untuk memamerkan karya-karya mereka.
Jika Anda masih tetap merasa belum ngeh dengan keduanya, tak jadi masalah, sebab dua tokoh culun yang mereka ciptakan sejak 2003 telah secara rutin menyambangi pembaca Kompas edisi Minggu: Benny & Mice. “Awalnya komik ini sering disangka saduran dari komik luar negeri,” Benny separuh mengeluh kepada Tempo. Maklum, nama Benny & Mice terasa segurih keju ketimbang selezat singkong, sehingga banyak yang melafalkan Mice dengan lafal Inggris (“mais”, bukan “mi-ce” seperti pada “ronce”). “Padahal itu nama panggilan saya sejak kecil,” tutur Mirsad, eh, Mice, sambil tersenyum canggung. baca selanjutnya »